Minggu, Mei 24, 2009

- > HARI ini tiga tahun yang lalu ...!

Di lembaran ke 24 bulan Mei 2006, Dekotel, Kunyit, Ajus, Karnayasa, Guzaka, dan Dewa memutuskan untuk genjot bareng ke Tanah Lot. Ini adalah kali pertama kita mengadakan long trip .......!

Apanya yang aneh ...?

Tidak ada yang aneh, ... cuman peristiwa ini boleh dikata sebagai salah satu proses mulai menggeliatnya aktivitas bersepeda dan sekaligus proses "bukaan" menuju kelahiran Satakcc Kayumas Kaja, .... dan keenam orang ini adalah "bidan"-nya.

Segera setelah itu "virus" pun menyebar pelan tapi pasti. Pesepeda bertambah, ... ada Komang Narendra, Toniarsa, Nyoman Sadha, Mankro, Kris ......! Teman-teman di luar Kayumas pun mulai banyak yang mulai bergabung selain Ajus dan Guzaka, ada Gung Alit, Boti, Turah Gede, Bobi ......... dan masih banyak lagi.......

Satakcc hanyalah sekadar "Sekaa Demen" bersepeda (baca: penghobi sepeda) yang kebetulan aja dilahirkan di Kayumas Kaja. Tepatnya, tempat mangkalnya waktu itu di Jalan Melati 1, rumahnya I Dewa Made Merthakota a.k.a Dewa yang kemudian dianggap sebagai Ketua Satakcc. Kalau boleh dikatakan, Satakcc walaupun dari segi nama mempergunakan nama Banjar Kayumas Kaja, tapi membuka diri kepada siapa saja yang ingin bergabung untuk bersepeda bareng, tanpa melihat siapa, sepeda apa, dari mana, ..... dll. Yang penting senang bersepeda, bersosial dan cinta lingkungan.

Kini, .... cycling club tumbuh demikian pesat seiring dengan semakin banyaknya pesepeda. Yang menggembirakan adalah aktivitasnya semakin sering terdengar dengan berbagai variasi.
Pesepedapun mulai bermimpi memiliki sebuah "Komunitas Sepeda" karena akhirnya mereka menyadari bahwa bersepeda tidak hanya menjalankan kesenangan atau seliweran di jalan, di sawah, di pedesaan, dan atau di pegunungan .......! Mereka mulai memikirkan memiliki nilai lebih dan berguna bagi masyarakat luas. Yang pasti, semua dari mereka mempunyai pemikiran untuk mengkampanyekan sepeda sebagai salah satu alat transportasi yang aman, murah, dan aman bagi lingkungan.

Tulisan ini hanya sekadar mengingat saja kenangan bersama waktu itu. Mudah-mudahan juga bisa memberi inspirasi bagi kelanggengan aktivitas sepeda di manapun.
Mudah-mudahan juga Pesepeda cepat menyatukan visi, misi dan langkahnya dalam sebuah Komunitas Sepeda yang mendapat simpati dari masyarakat umum, dan tidak menjadi Komunitas yang arogan!!!!

Selamat bersepeda, bersepeda, dan ...... bersepeda bro!!!!!

Salam Satak.

Sabtu, Mei 23, 2009

- > NONGAN ..... iseng aja!!!

Setelah longtrip "Meyasa" .... ngayah Panca Bali Krama dan Betara Turun Kabeh ke Besakih 15 Maret 2009 yang lalu, aktivitas satakan kebanyakan diisi dengan genjot santai, di antaranya: HUT ke-17 Ayu ke PADII, ..... mengikuti beberapa kali Funbike (Dangin Peken, ..... Bali Travel News, ..... dan STP NusaDua), ...... Tanam mangrove (bakau, adm) di serangan, ....... genjot bareng "Komunitas Taensiat", dan ....... "Komunitas Kaliungu Kaja".

Rembug punya rembug, ... ketika ketemu di tempat kondangan Manusa Yajna di rumah salah seorang Krama Banjar (Kayumas Kaja, adm), ... dasar BTN (Bocah Tua Nakal, adm) ... genjotan longtrip kembali di gagas, ... ke Nongan, Rendang, Karangasem!
Ngapain ke Nongan ...?
Ach ... iseng aja ... sambil nyambangin keluarga leluhur kata pak Koming, ... pesepeda tertua (54th, adm) di satakan!

Minggu, 24 Mei 2009 pedalpun digenjot menuju Nongan, Rendang, Karangasem.

Yande Alu karena sibuk ngejar setoran, sepedanya gembos tak terurus. Pada hari H, begitu bangun tidur langsung pakai baju, celana, sepatu ....... mungkin nggak mandi tampaknya ... samber sepeda ..... sampai di depan banjar baru ganti ban sepeda. Kesian deh lu ...!

Perjanjiannya sih jam 06.00 sudah berangkat. Dekotel, Kunyit, Yande Alu, Suarditha, Pak Koming, Ajus Sukadarma, Turah Gede, Gung Arie sudah siap sekitar jam 07.00 lebih dikit, ........ lagi-lagi Wayan (Cogroh) Suwitra telat!
Ketika dihubungi per telpon, .... biasalah .... jawabannya klasik: sudah di jalan! Entahlah, di jalan mau kemana ....... mau ke kamar mandi kalik ..!


Di depan Banjar Kayumas Kaja Denpasar
Persiapan berangkat ...!

Pukul 07.30 begitu Wayan (Cogroh) Suwitra sudah datang, satakan langsung berangkat .....!!! Lepas Denpasar via Jalan Prof. IB Mantera, ... rencananya kita akan ambil jalur aman, berbelok ke kiri (ke utara, adm) di pertigaan Br. Selat-Banjarangkan ...... bablaaasssss ... motong perempatan Banjarangkan ... terus ke utara lewat Bakas ........ perkiraan tembusnya sekitar perempatan Bambang-Bangli.

Anyway! ...... Kita lupakan dulu perempatan Bambang-Bangli, ... jauh buaangeeet, ... kita nikmati dulu perjalanan mereka setelah meninggalkan markas, banjar Kayumas Kaja Denpasar.
Selepas Jalan Hayam Wuruk ~ seperti tampak pada gambar ~ satakan sedang melintasi jalan Katrangan, ... kemudian berbelok ke kanan dan ke kiri lagi .... keluar persis di perempatan Kantor Camat Denpasar Timur di jalan Supratman.

Dalam beberapa jenak saja satakan sudah sampai di perempatan Bypass Ngurah Rai di Tohpati.


Belajar disiplin berlalu lintas .....
lampu merah di perempatan Tohpati, ..... harus STOP!!!!






Melintasi Bypass Prof Mantra ..........


Meninggalkan Bypass Prof Mantera, di Pertigaan Br. Selat-Banjarangkan...
ke arah kiri (ke utara, adm) ... menuju (jalan lama) Perempatan Banjarangkan ....





Istirohat beberapa jenak...
.... di sebuah warung di wilayah Br. Selat-Banjarangkan.


Rencananya kita akan bablaaaass ... ke utara di perempatan Banjarangkan, .... tapi ada info mengerikan ..... haha .... jalannya banyak tanjakan dan lebih jauh, ...lebih baik ambil pertigaan Banda ke utara. Padahal nih ya, ...... lewat manapun yang ditempuh ..... yang namanya menuju Nongan itu pastilah banyak tanjakan. Ach .... sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Asalkan tetap bisa genjot, cepat atau lambat pasti sampai ...........

Tuuuhhh ..... Turah Gede disusul Gung Ari sedang berbelok di pertigaan Banda (Patung Polisi kaki terbenam) dan dibelakangnya Kunyit disusul oleh Dekotel meninggalkan pertigaan.



Oh ya ..... hari ini adalah Tilem ........
makanya sepanjang sekolahan yang kita lewati anak-anak berpakian sembahyang ...
Senang juga di elu-elukan oleh mereka ... ayoooooo balap ...!










Yande Alu di perempatan Bambang, Bangli ....



Pertigaan Nongan .......



Hanya sekitar 2KM sebelum pertigaan Rendang ....




Asyik buaaaaangeeet ya atmosphernya ......





Rebutan kelapa muda di rumah Mangku Nongan .....



Ini tanaman sejenis anggrek yang sangat disenangi semut hitam








Buuiiiihhh ... dewa ratu, lari sepedanya .......
Wayan Suwitra sedang "nyogroh" turunan menuju Bukit Jambul ...


Rencana berphose berlatar belakang Bukit Jambul byaaaarrr....!!!
Satakan pada kesetanan melahap bonus .....
"Hajaaaaaarrrrrr....!!!!!!"



Sorry deh ..... kesempatan nyalip bus-bus besar .......!

Huh ..... turunan Bukit Jambul dilahap dengan kenikmatan tersendiri oleh satakan tapi tetap dengan berhati-hati dan penuh perhitungan karena jalanan begitu ramai oleh minibus dan bus pariwisata, tak ketinggalan truck-truck pengangkut pasir yang merayap pelan ... naik maupun turun...... dibabat habis oleh satakan. Kadang-kadang ngeri juga ...... speedometer menunjukkan kecepatan 60 - 70 KM/Jam ....... bussssyeeet dah ....!!!!!



Tanpa terasa, ....... satakan sudah sampai di catus pata (perempatan, adm) Kerta Gosa di central point kota Semarapura, Klungkung.


Para BTN berphose dulu di perempatan Kertha Gosa, Klungkung ....


Pulaaaaannnggggg ....!!!!!!!

Salam Satak.
......... goodnite ...... zzzzzssttttt .... grock!